PABRIK BATIK PRINTING DI BANDUNG

PABRIK BATIK PRINTING DI BANDUNG

cetak batik printing
cetak batik printing

Seperti yang kita ketahui ada 3 jenis batik, yaitu batik tulis, batik cap dan bati printing. Di sini akan di jelaskan cara membuat batik printing. Batik printing atau batik sablon adalah jenis batik baru yang mana cara pembuatannya melalui proses sablon manual atau printing mesin pabrik. Seperti namnaya, teknik pembuatan batik ini sama sperti pembuatan spanduk hanya saja bedanya adalah pada bahan warna yang digunakan.

Berikut adalah peralatan yang digunakan:

  • Desain dalam ukuran satu bahan, dengan ukuran2x1m
  • Plankan yang digunakan untuk batik adalah plankan dengan pori-pori lebih besar, berbeda dengan planan untuk spanduk atau kaos.
  • Pewarna, kain mori dan valet

Berikut langkah-langkah proses pembuatannya:

  • Siapkan desain
  • Cetak desain dalam plankan. Jumlah plankan yang dibutuhkan adalah sesuai dengan jumlah warna yang akan digunakan
  • Siapkan kain mori dasar yang akan disablon, dengan posisi kain mori yang kencang
  • Letakan plankan diatas kain, lalu tuangkan pewarna dan tarik pewarna dari ujung plankan ke ujung plankan lainya dengan valet
  • Keringkan kain mori yang telah diberikan warna
  • Ulangi langah di atas, untuk setiap perbedaan warna dan desain

Berbeda dengan batik cap, batik printing ini hanya satu sisi kain mori saja yang mengalami proses pewarnaan. Sehingga warna dari batik printing ini relatif lebih mudah pudar. Dengan teknik pembuatannya yang bisa dikatakan tidka rumit, makan jenis batik ini dapat diproduksi dalam jumlah besar karena tidak melalui proses penempelan lilin dan pencelupan seperti batik pada umumnya.

Kelebihan dai batik printing adalah kecepatan dalam produksinya, karena sekali cetak satu warna hanya membutuhkan waktu 5 menit dengan hasil sesuai dengan ukuran plankan yang digunakan. Selain itu motif batiknya pun bisa lebih detail. Tekik batik printing umumnya digunakan oleh produsen batik untuk memenuhi pakaian dalam jumlah yang cukup besar, sehingga biasa produksinya bisa lebih hemat.

Pabrik batik printing di bandung, di Bandung saat ini dunia batik sudah tidak asing lagi, apalagi dengan batik printing yang saat ini tengah beredar luas di seluruh market di Bandung. Untuk pemesanan terpercaya batik printinf di bandung tetap saja jatuh hati ke www.seragam-batik.com selain harga terjangkau dan bahan yang sangat bagus kulaitas dan terpercaya menjadikan tetap memproduksi batik printinf disini. Untuk informasi pelayanan dan pemesanan silahkan hubungi nomor telepon 082115069960 ( Andryan ) atau Whatsapp 082320744774 ( Arini )

 

PRODUKSI SERAGAM BATIK SEKOLAH UNTUK WILAYAH NIAS

PRODUKSI SERAGAM BATIK SEKOLAH UNTUK WILAYAH NIAS

seragam batik sekolah/ seragam batik kantor
seragam batik sekolah/ seragam batik kantor

Suku Nias adalah kelompok masyarakat yang hidup di pulau Nias, Sumatera Utara. Dalam bahasa aslinya, orang Nias menamakan diri mereka “Ono Niha” (Ono = anak/keturunan; Niha = manusia) dan pulau Nias sebagai “Tanö Niha” (Tanö = tanah). Suku Nias adalah masyarakat yang hidup dalam lingkungan adat dan kebudayaan yang masih tinggi. Hukum adat Nias secara umum disebut fondrakö yang mengatur segala segi kehidupan mulai dari kelahiran sampai kematian. Masyarakat Nias kuno hidup dalam budaya megalitik, ini dibuktikan oleh peninggalan sejarah berupa ukiran pada batu-batu besar yang masih ditemukan di wilayah pedalaman pulau ini sampai sekarang.

Dalam proses sejarah selama ribuan tahun selalu muncul pendatang yang baru, yang memasuki pulau Nias dan juga selalu terjadi pembauran, sehingga lambat laun terjadi satu masyarakat Nias yang sulit dibedakan lagi asal-usul mereka. Dimana tidak terjadi pembauran, karena perbedaan budaya atau agama kurang mengizinkan, di situ terjadi pembentukan kasta-kasta kaum Salawa dan Si’ulu (tingkatan bangsawan). Suku Nias mengenal sistem kasta (12 tingkatan Kasta). Dimana tingkatan kasta yang tertinggi adalah “Balugu”. Untuk mencapai tingkatan ini seseorang harus mampu melakukan pesta besar dengan mengundang ribuan orang dan menyembelih ribuan ekor ternak babi selama berhari-hari.

Menurut masyarakat Nias, salah satu mitos asal usul suku Nias berasal dari sebuah pohon kehidupan yang disebut “Sigaru Tora`a” yang terletak di sebuah tempat yang bernama “Tetehöli Ana’a”. Menurut mitos tersebut di atas mengatakan kedatangan manusia pertama ke Pulau Nias dimulai pada zaman Raja Sirao yang memiliki 9 orang Putra yang disuruh keluar dari Tetehöli Ana’a karena memperebutkan Takhta Sirao. Ke 9 Putra itulah yang dianggap menjadi orang-orang pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Nias.

Meskipun sampai saat ini berlum ada yang mengetahui sejak kapan suku nias mendiami pulau nias masih banyak penduduk asli dari suku nias yang tetap mempertahankan kebudayaan suku nias. Sama halnya dengan kebudayaan suku asmat, penduduk suku nias juga memiliki beberapa kebudayaan yang sering menarik wisatawan baik luar maupun manca negera untuk mengunjungi nias. Berikut beberapa kebudayaan suku nias yang banyak menarik wisatawan`

  • Lompat Batu (Fahombo)
  • Tari tarian dari suku Nias tari maena dan fataele
  • Rumah adat Omahoda
  • pakaian adat Baru Oholu untuk pakaian laki-laki dan Õröba Si’öli untuk pakaian perempuan

 

produksi seragam batik sekolah untuk wilayah nias, jangan salah walaupun penduduk suku nias mempunyai identitas pakaian sendiri untuk batik tetap menjadi pakaian yang sering digunakan di pulau nias. untuk para penduduk kota nias, jangan sampai lupa saat ini telah hadir untuk produksi batik di pulau nias. caranya sudah cukup mudah, silahkan kunjungi website www.seragambatik.com serta nomor telepon yang dapat dihubungi di 082115069960 ( Andryan ) atau Whatsapp 082320744774 ( Arini )

 

PRODUKSI SERAGAM BATIK SEKOLAH UNTUK WILAYAH SAMARINDA

PRODUKSI SERAGAM BATIK SEKOLAH UNTUK WILAYAH SAMARINDA

seragam batik sekolah
seragam batik sekolah

Kota Samarinda merupakan Ibukota Kalimantan Timur, jika Balikpapan adalah pintu gerbang akses menuju Kalimantan Timur, maka Samarinda adalah pintu gerbang akses menuju pedalaman Kalimantan Timur. Kota Samarinda memiliki sebuah sungai yang membelah kota, namanya adalah Sungai Mahakam. Di bagian seberang sungai dinamakan daerah “Samarinda Seberang”.

Kota Samarinda memiliki kemiripan dengan beberapa kota di Kalimantan Timur, Kota Samarinda kaya akan hasil bumi seperti minyak, tambang batu bara, pasir kuarsa, selain itu pertanian juga tumbuh dengan pesat di kota ini, tidak ketinggalan pariwisata juga mulai digalakkan sebagai salah satu devisa daerah Samarinda.

Samarinda zaman dahulu adalah salah satu wilayah Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Di wilayah tersebut belum ada desa maupun kota hingga pertengahan abad ke-17, dahulu wilayah Samarinda merupakan lahan persawahan bagi beberapa penduduk. Lahan persawahan dan perladangan hanya berpusat di sepanjang tepi Sungai Karang Mumus dan sungai Karang Asam.

Pada tahun 1668, rombongan orang-orang Bugis Wajo yang dipimpin La Mohang Daeng Mangkona yang bergelar “Pua Ado”. Melakukan perjalanan dari Kesultanan Gowa ke Kesultanan Kutai. Mereka bermaksud untuk pindah menuju Kesultanan Kutai karena mereka tidak mau tunduk dan patuh terhadap Perjanjian Bongaya, tidak lama setelah Kesultanan Gowa kalah akibat diserang oleh pasukan Belanda.

Kota Samarinda terletak di wilayah khatulistiwa dengan koordinat di antara 0°21’81″–1°09’16” Lintang Selatan dan 116°15’16″–117°24’16” Bujur Timur.

Luas wilayah Kota samarinda secara keseluruhan mencapai 718 km² atau 71.800 Ha, dengan ketinggian 10.200 Cm di atas permukaan laut.

Kota Samarinda beriklim tropis basah, hujan sepanjang tahun. Temperatur udara antara 22°C – 32°C dengan curah hujan rata-rata per tahun 2.345 Mm, sedangkan kelembaban udara rata-rata 81,4%. Sesuai dengan kondisi iklim di Kota Samarinda yang tergolong dalam tipe iklim tropika humida, maka jenis-jenis tanah yang terdapat di daerah inipun tergolong ke dalam tanah yang bereaksi masam.

Untuk menikmati wisata budaya, wisatawan bisa mengunjungi Desa Budaya Pampang yang berjarak sekitar 20 km dari pusat kota. Pampang akan menampilkan atraksi budayanya dari suku Dayak Kenyah pada hari minggu.

Produk budaya dari Samarinda berupa ukir-ukiran dan pernak-pernik lainnya yang bisa didapatkan di Citra Niaga. Samarinda juga mempunyai produk tekstil yang bernamaSarung Samarinda dan Batik Ampiek, batik yang bermotif ukiran Dayak.

Produksi seragam batik sekolah untuk wilayah samarinda, untuk kalian yang akan mengorder batik di daerah samarinda, silahkan kunjungni website www.seragambatik.com serta nomor telepon yang dapat dihubungi di 082115069960 ( Andryan ) atau Whatsapp 082320744774 ( Arini )

 

 

 

Produksi seragam batik sekolah untuk wilayah banjarmasin

Produksi seragam batik sekolah untuk wilayah banjarmasin

batik seragam sekolah/ kantor
batik seragam sekolah/ kantor

Salah satu unsur universal kebudayaan adalah kesenian. Karya seni sebagai karya budaya yang luhur mengandung nilai-nilai keindahan. Karena itu menciptakan seni bukan sekedar improvisasi melainkan idealisme keindahan yang tinggi.

Tak bisa disangkal, bahwa seni maupun budaya pada hakikatnya selalu menyentuh aspek dasariah manusia yang paling dalam, yang sudah pasti tetap menekankan keseimbangan antara sisi eksoteris (lahir) dan esoterisnya (batin). Seni atau dalam horizon yang lebih luasnya budaya adalah bagian yang inheren menyatu dalam kehidupan masyarakat.

Ditinjau dari garapannya ada lima cabang seni yaitu Seni Rupa dan Seni Sastra, Seni Tari, Seni Teater, dan Seni Musik. Ada yang mengklasifikasikan seni pertunjukan yakni seni tari, seni musik, dan seni teater. Seni sastra menjadi seni teater bila dipertunjukan dan senantiasa melibatkan seni rupa. Oleh karena itu, lima cabang seni itu saling berkorelasi, saling berkaitan satu dengan yang lain.

Setiap daerah tentu memiliki kesenian masing-masing yang di dalamnya terdapat perbedaan. Begitu juga halnya dengan Masyarakat Banjar yang memiliki kesenian-kesenian yang beragam. Keberagaman ini terlihat dari banyaknya kesenian yang ada dan berkembang di masyarakat Banjar sejak Zaman Prasejarah, Zaman Hindu Budha dan Zaman Islam.

Kota Banjarmasin adalah kota yang berada di Kalimantan Selatan. Kota Banjarmasin merupakan kota penting di wilayah Kalimantan Selatan yang saat ini memiliki posisi yang sangat strategis secara geografis. Banjarmasin yang berdimensi lima diarahkan pembangunannya sebagai Kota Pemerintahan, Perdagangan, Pelabuhan, Industri dan Pariwisata. Dalam semua upaya tadi, Sungai Barito menduduki tempat yang utama. Kehidupan di kota Banjarmasin memang tidak terpisahkan dari Sungai Barito beserta anak-anak sungainya. Terletak dipertemuan antara Sungai Barito dan Sungai Martapura, kota ini strategis sekali untuk perdagangan.

Sampai kinipun kehidupan sungai tetap dominan di Banjarmasin. Sebagai salah satu indikasinya, di depan Kantor Walikota dibangun sandaran perahu untuk tamu-tamu dan para tamu dan pejabat pemerintah yang hendak menyusuri sungai. Sekitar 200 m dari tempat tersebut terdapat terminal perahu antar kota di Kalimantan Selatan, bahkan sampai ke Kalimantan Tengah.

Bagi masyarakat Banjar pakaian adat dianggap memiliki nilai-nilai penting dalam kehidupan mereka. Hal ini tercermin dari berbagai ragam hias yang terdapat pada busana adat pengantin Banjar serta menjadi salah satu penanda identitas sosial yang tidak dimiliki oleh suku bangsa dinegara lain. Secara umum busana adat pengantin Banjar terdiri dari tiga jenis, yaitu bagajah gamuling baular lulut, ba’amar galung Pancaranan matahari, serta babajukun galung pacinan.

Produksi seragam batik sekolah untuk wilayah Banjarmasin, akan tetapi batik saat ini tengah hadir mewarnai serba sebi pakaian atau fashion di kota Banjarmasin ini. Salah satunya batik, tidak hanya batik yang biasanya digunakan untuk kalangan orang dewasa untuk kebutuhan formil maupun non formil. Untuk anak – anak sekolahpun saat ini seragam batik sekolah sudah ada. Di www.seragam-batik.com adalah salah satu contohnya, masih penasaran silahkan saja kunjungi websitenya dan juga catat

PRODUKSI SERAGAM BATIK SEKOLAH UNTUK WILAYAH MAKASAR

PRODUKSI SERAGAM BATIK SEKOLAH UNTUK WILAYAH MAKASAR

 

seragam batik sekolah
seragam batik sekolah

Tak jauh berbeda dengan suku bugis, Suku Makassar atau Orang Mangasara sebagian besar menetap di daerah Sulawesi Selatan. Selain berprofesi sebagai pedagang, orang Makassar juga jago berlayar (senang merantau) dan itulah sebabnya jika suku bangsa ini terdapat juga di luar Indonesia, misalnya di Singapura dan Malaysia. Suku Makassar ini diakui akan kebudayaannya, dimana kebudayaan mereka tetap dilestarikan sampai sekarang dan tidak tergerus oleh modernisasi.

Salah satu kebiasaan yang cukup dikenal di Sulawesi Selatan adalah Mappalili. Mappalili (Bugis) atau Appalili (Makassar) berasal dari kata palili yang memiliki makna untuk menjaga tanaman padi dari sesuatu yang akan mengganggu atau menghancurkannya. Mappalili atau Appalili adalah ritual turun-temurun yang dipegang oleh masyarakat Sulawesi Selatan, masyarakat dari Kabupaten Pangkep terutama Mappalili adalah bagian dari budaya yang sudah diselenggarakan sejak beberapa tahun lalu. Mappalili adalah tanda untuk mulai menanam padi. Tujuannya adalah untuk daerah kosong yang akan ditanam, disalipuri (Bugis) atau dilebbu (Makassar) atau disimpan dari gangguan yang biasanya mengurangi produksi.

Sulawesi Selatan dengan beberapa suku aslinya memiliki kesenian yang telah mendarah daging sehingga provinsi ini kaya akan segala bentuk kesenian. Kesenian yang paling utama adalah dalam seni tari. Seni tari di Sulawesi Selatan biasanya dibawakan oleh penari-penari cantik dengan pakaian adat berupa baju bodo serta memakai sarung sutra dan membawa warna-warni ceria.

Ciri khas orang Makassar adalah berani, ulet, pantang menyerah, terbuka, spontan, suka merantau, setia kawan, demokratis dalam memerintah, dan jaya di laut. Sebagian besar orang Makassar bekerja sebagai pelaut. Namun, setelah mengalami perkembangan masyarakat dan budaya. Beberapa orang di Makassar banyak yang bekerja sebagai petani, nelayan, pengusaha, pedagang, guru, dan berbagai bidang di sektor pemerintahan dan sektor swasta. Sistem kekerabatan dalam Suku Makassar adalah bilateral, yaitu garis keturunan ditarik dari ayah dan ibu. Dalam kebudayaan Suku Makassar, dikenal adanya sistem strata sosial, yaitu bangsawan (karaeng), rakyat jelata (tumaradeka), dan abdi (ata). Wanita Makassar tidak boleh menikah dengan pria dari kasta yang lebih rendah, khususnya wanita keturunan bangsawan. Perkawinan terbaik adalah perkawinan antara laki-laki dan perempuan dengan derajat yang sama. Namun saat ini, prinsip kesepadanan ini sudah mulai bergeser.

Pakaian Adat Suku Makassar ini disebut dengan Baju Bodo. Ciri Baju Bodo ini yaitu memiliki bentuk segi empat, sisi samping pakaian atas yang dijahit, tidak berlengan, terbentuknya gelembung dibagian tubuh, tak ada sambungan jahitan dibagian bahu, terdapatnya hiasan berbentuk bulatan kepingan logam di seluruh bagian tepi, dan permukaan blus. Memakai Baju Bodo berdasarkan warna mesti mematuhi ketentuan yang terkait dengan usia penggunanya.

Produksi seragam batik sekolah untuk wilayah makasar, akan tetapi tetap saja untuk urusan sekolah semua instansi pendidikan yang ada di Makassar mengahruskan emnggunakan seragam, palagi sekarng ini seragam batik sekolah yang diharuskan digunakan apda hari tertentu dai hari belajar termasuk juga untuk para guru atau pengajar.

Produksi seragam batik sekolah untuk wilayah makasar, kini telah hadir untuk anda semua warga makasaar. Silahkan kunjungi website resmi kami di www.seragam-batik.com serta catat juga nomor telepon 082115069960 ( Andryan ) atau Whatsapp 082320744774 ( Arini )