PROSES PEMBUATAN BATIK PRINTING

PROSES PEMBUATAN BATIK PRINTING

batik seragam sekolah/ kantor
batik seragam sekolah/ kantor

Batik naik pamor di negara asalnya, Indonesia, sejak disahkan sebagai warisan budaya tak-benda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Namun siapa sangka permintaan pasar yang begitu tinggi ditambah persaingan harga, justru melahirkan rival terberat industri batik. Kain bermotif batik atau batik printing.

Batik, menurut UNESCO adalah teknik perintangan warna menggunakan lilin panas untuk membentuk motif tertentu. Prosesnya panjang dan rumit, serta membutuhkan kesabaran dan ketelitian tingkat tinggi. Hal tersebut membuat batik tidak selalu dapat memenuhi keinginan pasar di mana mayoritas pembeli menginginkan proses produksi cepat, dan terutama harga rendah.

Untuk mengakali hal tersebut, lahirlah industri kain bermotif batik. Prosesnya biasanya dibagi menjadi dua yaitu print digital dan print lilin dingin. Teknik pembuatan batik print relatif sama dengan produksi sablon, yaitu menggunakan klise(kassa) untuk mencetak motif batik di atas kain. proses pewarnaannya sama dengan proses pembuatan tekstil biasa yaitu dengan menggunakan pasta yang telah dicampur pewarna sesuai keinginan, kemudian diprintkan sesuai dengan desain.

Pada print digital, motif yang sudah disiapkan dalam file komputer akan dicetak pada kertas kalkir khusus. Selanjutnya, kertas tersebut akan dipres dengan suhu tinggi, sekitar 140-220 derajat Celcius pada permukaan kain, hingga motif tercetak pada kain.

Sementara, print lilin dingin prosesnya mirip dengan sablon. Motif batik yang sudah disiapkan akan dicetak pada screen yang biasa digunakan pada sablon. Tidak seperti batik, lilin yang digunakan tidak perlu dipanaskan hingga mencair saat akan digunakan, cukup dicampur dengan bensin.

Screen kemudian diletakkan di atas kain pada permukaan mendatar. Setelah itu, lilin dingin dituangkan di atas screen dan diratakan menggunakan rakel –alat untuk mendorong dan menekan tinta dari kain screen agar menempel pada media yang disablon. Screen yang digunakan harus benar-benar bersih agar lilin bisa menembus pori-pori screen yang sengaja dibuka dan membentuk motif. Selanjutnya, setelah diangin-anginkan selama 1-2 hari, kain tersebut siap diberi warna, biasanya dengan menggunakan teknik colet. Baik print digital maupun lilin dingin, proses keduanya jauh lebih mudah dan cepat, serta tidak membutuhkan tenaga kerja sebanyak industri batik.

Proses pembuatan batik printing, kunjungi website resmi kami untuk referesni batik printing berkualitas pilihan kalian dengan nomor kontaknya 082115069960 (Andryan) atau Whatsapp 082320744774 (Arini).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *