PRODUKSI SERAGAM BATIK SEKOLAH UNTUK WILAYAH NIAS

PRODUKSI SERAGAM BATIK SEKOLAH UNTUK WILAYAH NIAS

seragam batik sekolah/ seragam batik kantor
seragam batik sekolah/ seragam batik kantor

Suku Nias adalah kelompok masyarakat yang hidup di pulau Nias, Sumatera Utara. Dalam bahasa aslinya, orang Nias menamakan diri mereka “Ono Niha” (Ono = anak/keturunan; Niha = manusia) dan pulau Nias sebagai “Tanö Niha” (Tanö = tanah). Suku Nias adalah masyarakat yang hidup dalam lingkungan adat dan kebudayaan yang masih tinggi. Hukum adat Nias secara umum disebut fondrakö yang mengatur segala segi kehidupan mulai dari kelahiran sampai kematian. Masyarakat Nias kuno hidup dalam budaya megalitik, ini dibuktikan oleh peninggalan sejarah berupa ukiran pada batu-batu besar yang masih ditemukan di wilayah pedalaman pulau ini sampai sekarang.

Dalam proses sejarah selama ribuan tahun selalu muncul pendatang yang baru, yang memasuki pulau Nias dan juga selalu terjadi pembauran, sehingga lambat laun terjadi satu masyarakat Nias yang sulit dibedakan lagi asal-usul mereka. Dimana tidak terjadi pembauran, karena perbedaan budaya atau agama kurang mengizinkan, di situ terjadi pembentukan kasta-kasta kaum Salawa dan Si’ulu (tingkatan bangsawan). Suku Nias mengenal sistem kasta (12 tingkatan Kasta). Dimana tingkatan kasta yang tertinggi adalah “Balugu”. Untuk mencapai tingkatan ini seseorang harus mampu melakukan pesta besar dengan mengundang ribuan orang dan menyembelih ribuan ekor ternak babi selama berhari-hari.

Menurut masyarakat Nias, salah satu mitos asal usul suku Nias berasal dari sebuah pohon kehidupan yang disebut “Sigaru Tora`a” yang terletak di sebuah tempat yang bernama “Tetehöli Ana’a”. Menurut mitos tersebut di atas mengatakan kedatangan manusia pertama ke Pulau Nias dimulai pada zaman Raja Sirao yang memiliki 9 orang Putra yang disuruh keluar dari Tetehöli Ana’a karena memperebutkan Takhta Sirao. Ke 9 Putra itulah yang dianggap menjadi orang-orang pertama yang menginjakkan kaki di Pulau Nias.

Meskipun sampai saat ini berlum ada yang mengetahui sejak kapan suku nias mendiami pulau nias masih banyak penduduk asli dari suku nias yang tetap mempertahankan kebudayaan suku nias. Sama halnya dengan kebudayaan suku asmat, penduduk suku nias juga memiliki beberapa kebudayaan yang sering menarik wisatawan baik luar maupun manca negera untuk mengunjungi nias. Berikut beberapa kebudayaan suku nias yang banyak menarik wisatawan`

  • Lompat Batu (Fahombo)
  • Tari tarian dari suku Nias tari maena dan fataele
  • Rumah adat Omahoda
  • pakaian adat Baru Oholu untuk pakaian laki-laki dan Õröba Si’öli untuk pakaian perempuan

 

produksi seragam batik sekolah untuk wilayah nias, jangan salah walaupun penduduk suku nias mempunyai identitas pakaian sendiri untuk batik tetap menjadi pakaian yang sering digunakan di pulau nias. untuk para penduduk kota nias, jangan sampai lupa saat ini telah hadir untuk produksi batik di pulau nias. caranya sudah cukup mudah, silahkan kunjungi website www.seragambatik.com serta nomor telepon yang dapat dihubungi di 082115069960 ( Andryan ) atau Whatsapp 082320744774 ( Arini )

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *